By Plimun Web Design

Parepare Dirancang Jadi Kota Berestetika

PAREPARE – Persoalan estetika kota tengah menjadi perhatian serius Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe. Rencananya, pertimbangan estetika akan menjadi syarat mutlak dalam setiap pemberian izin mendirikan bangunan (IMB) yang dimohonkan masyarakat.


Kota Parepare ke depan, kata Taufan, harus menjadi kota yang berestetika dam ramah lingkungan. Untuk itu, Pemkot akan melakukan pengetatan terhadap  IMB. Ini sekaligus untuk menghindari kesan semrawut Kota Parepare yang segera menjadi kota metropolis.

Membuka Sosialisasi Perda Bangunan Gedung Kota Parepare yang dilaksanakan Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, di ruang Data Kantor Wali Kota Parepare, Kamis, 3 April, Taufan menegaskan, tidak dapat dielakkan Parepare akan menjadi kota metropolis.

“Ini hanya soal waktu saja. Karena itu, rancangan kota ini harus punya nilai estetika tinggi. Mungkin sebelumnya bisa (mengabaikan estetika,red), tapi sekarang tidak boleh,” tegas Taufan.

Terkait ini, Taufan mengungkap, dirinya ‘terpaksa’ menolak permohonan salah satu investor yang berencana mendirikan mall di Kota Parepare. Karena setelah  dicermati, rancangan mall yang ditawarkan ternyata mengganggu estetika kota.

Secara khusus, Taufan minta Dinas Tata Ruang dan Pengawasan Bangunan (Wasbang), untuk mencermati  persoalan estetika kota tersebut. Taufan menegaskan, pembangunan Kota Parepare ke depan, tidak boleh dilakukan secara serampangan.

Ia minta SKPD ini tanggap dan mampu menangkap roh keinginan dirinya menjadikan Parepare sebagai kota dengan estetika tinggi.  “Karena itu, Senggol (Pasar Senggol,red)  segera kita akan tata menjadi ikon Parepare. Begitu juga Tonrangeng (pantai Tonrangeng,” katanya.

Taufan menegaskan, tidak ada maksud mempersulit masyarakat dalam memperoleh IMB, namun pemerintah daerah memiliki domain untuk mengatur hal tersebut, sehingga pembangunan kota ini dapat lebih tertata.

Ia berharap, Perda Bangunan Gedung Kota Parepare menjadi solusi dalam mengatasi kesemrawutan kota.

Kepala Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan Sulawesi Selatan, H. Nurdin Mone,  yang menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan ini, mengatakan, hal terpenting dalam persoalan penataan kota adalah pengendalian.

Menurutnya, sebagus apapun desain Perda   penataan kota, namun tak didukung pengendalian dan penertiban yang efektif, Perda tersebut tak akan memberi dampak berarti.

Pada kesempatan ini, Nurdin membawakan materi Manfaat dan Implementasi Perda Bangunan Dalam Penyelenggaraan Bangunan Gedung di Daerah.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Tata Ruang dan Wasbang, H. Kadarusman Mangurusi, dan diikuti seluruh perwakilan SKPD lingkup Pemkot Parepare.

Add comment


Security code
Refresh

 

 

 

 

 

Kami memiliki 122 tamu dan tak ada anggota yang online


Hak Cipta © 2012 pareparekota.go.id. Hak Dilindungi Undang-Undang.